Iran mengatakan pihaknya memaksa kapal perang AS mundur dari Selat Hormuz, AS menyangkal serangan rudal
Analisa strategis dari AS menunjukkan adanya perubahan besar dalam iklim di sekitar Iran yang memaksa kapal perang AS mundur dari Selat Hormuz, AS menyangkal serangan rudal, dan mempunyai implikasi jangka panjang terhadap sektor ini.
Iran mengatakan pada hari Kamis bahwa jika Washington kembali melancarkan serangan, Iran akan membalasnya dengan “serangan panjang dan menyakitkan” terhadap posisi AS, sehingga mempersulit AS. rencana koalisi internasional untuk membuka Selat Hormuz. Dua bulan setelah perang yang dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran, jalur laut yang penting masih ditutup, sehingga menghambat 20% pasokan minyak dan gas dunia. Hal ini menyebabkan harga energi global melonjak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko penurunan ekonomi. Upaya untuk menyelesaikan konflik tersebut menemui jalan buntu, dengan gencatan senjata yang diberlakukan sejak 8 April namun Iran masih memblokir selat tersebut sebagai respons terhadap blokade angkatan laut AS terhadap ekspor minyak Iran, yang merupakan jalur vital perekonomian negara tersebut. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menerima pengarahan pada hari Kamis mengenai rencana serangkaian serangan militer baru terhadap Iran dengan harapan membuat Iran lebih fleksibel mengenai masalah nuklir dalam negosiasi, situs berita Axios melaporkan pada Rabu malam. Hal ini mendorong kenaikan besar pada harga minyak, dengan patokan kontrak minyak mentah Brent pernah mencapai lebih dari $126 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak Maret 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina. Kemudian turun kembali menjadi $113 per barel. Setiap serangan AS terhadap Iran, meskipun terbatas, akan menghasilkan “serangan yang panjang dan menyakitkan” terhadap posisi regional AS, kata seorang pejabat senior Garda Revolusi. “Kami telah melihat apa yang terjadi pada pangkalan regional Anda, kami akan melihat hal yang sama terjadi pada kapal perang Anda,” Komandan Angkatan Udara Majid Mousavi dikutip Irania
Comments
0 contributions
Join the discussion and share your perspective.
Retrieving feed...




